Jumat, 13 September 2019

AJAKAN INFAK UNTUK BANGUN RUMAH QUR'AN

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
Bangunan Rumah Qur'an  Al-mustaqim yang akan dibangun di desa Ncera Belo Bima NTB ini akan digunakan untuk untuk Sholat  berjamaah  santri  (lantai 2 buat masjid), lantai satu buat  asrama 
Maka  semoga amal dan infak  yg sumbangkan  kita utk pembangunan  ini semoga termasuk dalam  hadits  di atas. .dan semoga menjadi amal jariyah  buat  kita  semua. 
OLEH KARENA ITU... KAMI MENGAJAK KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK IKUT ANDIL  DALAM PEMBANGUNAN  YANG MULIA INI. .ITU AKAN MENJADI AMAL JARIYAH BAGI KITA SEMUA..  YANG AKAN  MENGALIRKAN  PAHALA  WALAU KITA SUDAH MENINGGAL

INFO REKENING  RUMAH  QUR'AN
👇👇👇
Rek BNI : 0848860723
a.n  Rumah Qur'an  Al-mustaqim

📝📝📝

Boleh  di save  rek  Rumah  Qur'an  kita. .jika ada yang  mau infak  atau wakaf  boleh  lewat  rekening  pusat  langsung  ini. ..
🤲🤲🤲
TENCANA TANGGAL 15 SEP 2019 COR TERPAKSA KITA UNDUR KARENA BELUM TERPENUHINYA  BAHAN DAN BELUM BELUM RAMPUNG  PEKERJAAN  TEKNIS

Insya Allah  tgl 15 oktober 2019  ..Rumah  Qur'an  rencana  cor lantai  Rumah Qur'an  Al-musraqim Desa Ncera. ...

Semoga semua  pihak  bisa ikut mensukseskan  kegiatan  yang  mulia  ini. ...

Syukron dan semoga  bermanfaat

PELUANG  INFAK  MASIH BANYAK

1. JALUR SEMEN  SUDAH ADA 20 ZAK  MASIH KURANG 80 ZAK

2. KAWAT SUDAH ADA 40 BATANG  MASIH  UTANG  160 BATANG

3. TERIPLEK  SUDAH ADA 3 LEMBAR...MASIH UTANG 43  LEMBAR

4. PASIRI  2 TRUK

5. KERIKIL 1 TRUK

Semoga dimudahkan Allah  jalan kita menuju surga dengan kita infak dalam membangun  tempat  mencetak  generasi  Qur'an  ini.Amin 
🕋🕋🕋🕋🕋

Penerimaan Hadiah MHQ Tingkat RQ Al-mustaqim

Musabaqah Hifzhul Qur'an (MHQ) adalah salah satu kegiatan unggulan  Rumah  Qur'an Al-mustaqim  Talabiu  Bima-NTB.

Alhamdulillah  atas izin  dan berkat  Allah  Azza wa jalla  kegiatannya  MHQ yang ke -2  ini berjalan dengan lancar.

Didalam acara pembagian hadiyah Mudir RQ Al-mustaqim memberikan sambutan yang sangat meriah dan mengharukan ...memberikan pmahaman kepada generasi Qur'an bahwa tujuan acara yang mulia ini adalah
1. Untuk melatih anak anak Santri agar berani tampil, yang kaitanya dengan  Al-Qur'an  ini berani tampil menjadi  imam sholat dan berani tampil mengajarkan  umat Al-Qur'an  yang mulia ini..
2. Memutqinkan hafal santri.
3. Menda'wahkan Islam ini dengan selalu membaca Al-Qur'an.
4. Menarik  Simpati  masyarakat  Bima-NTB  agar mau memasukkan  anak anak mereka kepondok  pondok pesantren  untuk  menghafal  Qur'an  dan mempelajari  ilmu  ilmu syar'i

Dalam acara tersebut Mudir Rumah Qur'an juga mengumumkan untuk  para faiz  dalam  MHQ  Tingkat  RQ Al-mustaqim Talabiu Bima-NTB...BARAKALLAHU FIIKUM  WAHAI GENERASI  QUR'AN

Ustadz Abdul Qodir Lc, mengatakan dalam sambutanya :
Alhamdulillah...Kegiatan Musabaqoh Hifzul Qur'an Ke-2 Rumah Qur'an Al-Mustaqim Talabiu Bima, telah selesai dengan lancar
adapun Daftar nama-nama santri yang mendapatkan Juara adalah sbb:

Ketegori 1 Juz (Juz 30)
Juara 1 = Ade Nurahmansyah (Risa)
Juara 2 = Muhammad Rizki ( Ncera)
Juara 3 = Jumadin ( Donggo Padende)

Kategori 2 Juz (Juz 30 & Juz 1)
Juara 1 = MuhJihad Sabiluna (KotaBima)
Juara 2 = Minhajul Muslimin (Parado)
Juara 3 = Afrizal ( KotaBima)

Kategori 3 Juz (Juz 30 & Juz 1-2)
Juara 1 = Adiman ( Padende Donggo)
Juara 2 = Muh. Haikal ( Risa )
Juara 3 = Ahadman Maulana ( Rabakodo)

KATEGORI 6 JUZ (Juz 30 & Juz 1-5)
Juara 1 = Syafiurrahman ( Parado)
Juara 2 = Salman Al-Farizi ( Bumipajo Donggo)
Juara 3 = Muh. Haydar Alif ( Sila Rato )

KATEGORI  ANAK-ANAK
Juara 1 = Ahmad Mujahid (Ncera)
Juara 2 = M. Adzi Abiyu Muqsit  (Risa)
Juara 3 = Mu'tashim  Billah  Az-zira (Talabiu)
Semoga Mereka semua selalu dalam rahmat Allah. Sungguhlah beruntung orang tua yang memiliki anak2 yang sholeh.

AYO BERSAMA MELANGKAH KE SURGA
👇👇👇
Hibah dan infaq untuk Pembangunan RQ Al-mustaqim Desa Ncera bisa langsung  disalurkan
👇👇👇
Rek BNI : 0848860723
a.n  Rumah Qur'an  Al-mustaqim
*Konfirmasi Transfer:*
- WA Abu mu'tashim (085337190789)
☎☎☎☎☎

Senin, 02 Januari 2017

DZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB



HADITS-HADITS TENTANG DZIKIR BA’DA SHOLAT

1.      عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلَّا مِقْدَارَ مَا يَقُولُ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ يَعْنِي الْأَحْمَرَ عَنْ عَاصِمٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ وَخَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ كِلَاهُمَا عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ         (HR muslim no 932)     
2.     عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ إِلَى مُعَاوِيَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
(HR Bukhari 799)
3.      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنْ الْأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَا وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا وَيَعْتَمِرُونَ وَيُجَاهِدُونَ وَيَتَصَدَّقُونَ قَالَ أَلَا أُحَدِّثُكُمْ إِنْ أَخَذْتُمْ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَاخْتَلَفْنَا بَيْنَنَا فَقَالَ بَعْضُنَا نُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ تَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ (HR Bukhari 798)
4.      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (HR muslim no 939) 

DZIKIR BA’DA SHALAT
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ  3x 
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
سُبْحَانَ اللَّهِ 33x
الْحَمْدُ لِلَّهِ 33x
اللَّهُ أَكْبَرُ 33x
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Jumat, 16 Desember 2016

Syarat-syarat Darurat

Syarat Darurat

Tidak setiap kondisi darurat itu memperbolehkan hal yang sejatinya telah diharamkan. Ada syarat dan ketentuan darurat yang dimaksud dalam kaidah ini. Di antara lain:

1. Darurat tersebut benar-benar terjadi atau diprediksi kuat akan terjadi, tidak semata-mata praduga atau asumsi belaka.
Contohnya, seorang musafir di tengah perjalanan merasa sedikit lapar karena belum makan siang. Padahal ia akan tiba di tempat tujuan sore nanti. Ia tidak boleh mencuri dengan alasan jika ia tidak makan siang, ia akan mati, karena alasan yang ia kemukakan hanya bersandar pada prasangka semata.

2. Tidak ada pilihan lain yang bisa menghilangkan mudarat tersebut.
Misalnya, seorang musafir kehabisan bekal di tengah padang pasir. Ia berada dalam kondisi lapar yang sangat memprihatinkan.Di tengah perjalanan, ia bertemu seorang pengembala bersama kambing kepunyaannya. Tak jauh dari tempatnya berada tergolek bangkai seekor sapi. Maka ia tak boleh memakan bangkai sapi tersebut karena ia bisa membeli kambing atau memintanya dari si pengembala.

3. Kondisi darurat tersebut benar-benar memaksa untuk melakukan hal tersebut karena dikhawatirkan kehilangan nyawa atau anggota badannya.

4. Keharaman yang ia lakukan tersebut tidaklah menzalimi orang lain.
Jika seseorang dalam keadaan darurat dan terpaksa dihadapkan dengan dua pilihan: memakan bangkai atau mencuri makanan, maka hendaknya ia memilih memakan bangkai. Hal itu dikarenakan mencuri termasuk perbuatan yang menzalimi orang lain. Kecuali jika ia tidak memiliki pilihan selain memakan harta orang lain tanpa izin, maka diperbolehkan dengan syarat ia harus tetap menggantinya.

5. Tidak melakukannya dengan melewati batas. Cukup sekadar yang ia perlukan untuk menghilangkan mudarat.
Seorang dokter ketika mengobati pasien perempuan yang mengalami sakit di tangannya, maka boleh baginya menyingkap aurat sebatas tangannya saja. Tidak boleh menyingkap aurat yang tidak dibutuhkan saat pengobatan seperti melepas jilbab, dan lain sebagainya.
Sama halnya dengan orang yang sangat kelaparan di tengah perjalanan. ia boleh memakan bangkai sekadar untuk menyambung hidupnya saja. Dengan kata lain tidak boleh mengonsumsinya hingga kenyang, melewati kadar untuk menghilangkan mudarat yang dialaminya.

BACAAN AYAT DAN DOA DALAM MERUQIYAH



 BACAAN AYAT DAN DOA DALAM MERUQIYAH

1.      Ayat ruqyah “Sapu Jagad “ dasar/umum/standar (ayat ini harus ada dalam setiap ruqyah baik untuk penyakit medis maupun non medis/ghoib juga pelengkap disemua tehnik ruqyah)
Al-fatihah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
 Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255)
 Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)  
Al Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)
An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)

MAKALAH SEPUTAR TAZKIYATU AN-NAFSI



MAKALAH SEPUTAR TAZKIYATU AN-NAFSI
 
PENGERTIAN TAZKIYATUNNAFS

Tazkiyatun nafs berasal dari dua buah kata yaitu Tazkiyatun dan An-nafs. Tazkiyah berasal dari akar kata (Zakaa Yazku-Zakaa & Zakatan) yang berarti Nama (baca: Tumbuh) dan Zada (baca: Bertambah). Zakaa juga bisa berarti Solaha (baca;baik)dan ia juga berarti Barokah (baca: banyak kebaikannya), disamping itu juga berarti Thaharoh / Suci bersih. (lihat Al-Mu’jamul Wasith, hal 396).
Sedang bentuk kata Tazkiyah dari kata Zaka yang diberi tambahan huruf kaf, sehingga menjadi Zakka-Yuzakki-Tazkiyatan yang berarti menumbuhkan, mengembangkan, memperbaiki, membersihkan, mensucikan dan menjadikannya jadi baik serta bertambah baik.
Kata An-Nafs bisa berarti ruh/nyawa/jiwa, seperti dalam ayat “Keluarkanlah Ruh mu”. Ia bisa berarti Nafas, yaitu udara yang keluar dan masuk ke dalam tubuh manusia, melalui mulut atau hidung. (Lihat Al-Mufradat fii qoribil Qur’an, hal 501).
An-Nafs bisa berarti diri sendiri, seperti pada kalimat “Ja a Huwa Nafsuhu”, artinya dirinya sendiri yang datang, bukan wakil atau siapa dan apa-apanya. (Lihat, Al-Mu’jamul Wasith, hal. 940).
Jadi secara etimologis, Tazkiyatun nafs berarti membersihkan jiwa, memperbaikinya dan menumbuhkannya agar menjadi semakin baik serta mengembangkan potensi baik jiwa manusia.
Sedangkan secara istilah, Tazkiyatun nafs pada adalah proses pembersihan jiwa dan hati dari berbagai dosa dan sifat-sifat tercela yang mengotorinya, dan selanjutnya peningkatan kwalitas jiwa dan hati tersebut dengan mengembangkan sifat-sifat terpuji yang diridhai Allah Swt, serta potensi-potensi positifnya dengan mujahadah, ibadah dan berbagai perbuatan baik lainnya, sehingga hati dan jiwa menjadi bersih dan baik serta berkwalitas. Yang selanjutnya menjadikannya mempuyai sifat-sifat dan prilaku yang baik dan terpuji.

Bahaya-Bahaya Syirik

Bahaya-Bahaya Syirik
  
1.     Syirik akan Menhancurkan Segala Amalan
Banyak diantara kaum muslimin, karena jauhnya mereka dari ilmu dan agama mereka, sehingga mereka melakukan perbuatan kesyirikan yang mereka anggap sepeleh, bahkan memandangnya sebagai suatu perbuatan yang baik. Mereka tidak sadar bahwa syirik dapat menghapuskan segala amalan mereka. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman mengancam para nabi -Shollallahu ‘alaihim wasallam- andai ia berbuat syirik,
ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
  "Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka menyekutukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS.Al-An’am : 88).
Dalam Surat Az-Zumar Allah SWT juga menegaskan bahwa Syirik dapat menghapus amalan seseorang;
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi) sebelummu jika kamu baerbuat syirik niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi". (QS.Az-Zumar :65 )