Sabtu, 24 September 2016

TEKNIK PENILAIAN UJIAN TAHFIDZ

TEKNIK PENILAIAN UJIAN TAHFIDZ
1.      Ustadz/Ustadzah tidak diperbolehkan menguji dua anak dalam waktu yang bersamaan, karena akan mengurangi fokus dalam penilaian anak.
2.      Ustadz/ustadzah hendaknya fokus dalam menyimak hafalan anak (tidak ngantuk/beraktifitas lain).
3.      Yang dinilai adalah kelancaran, kefasihan.
4.      Adapun tajwid dimasukkan dicatatan dan apabila santri kedapatan tajwidnya parah maka hendaknya ustad menegurnya dan mentahdzirnya.
5.      Nilai maksimal adalah 100 dan nilai minimal 80.
6.      Kesalahan maksimal adalal 20, dan jika lebih dari itu maka santri dinilai gagal dalam ujian juz tersebut.
7.      Jika santri salah hendaknya berikan peringatan dengan cara ketokan meja atau yang lain:
-          Jika salah (huruf/kalimat/ayat) kemudian dia bisa memperbaiki tanpa ditegur sebelummnya maka tidak dihitung salah.
-          Jika salah (huruf/kalimat/ayat) kemudian ditegur sekali dan dia bisa memperbaiki maka dihitung salah setengah dan diberi tanda (-).
-          Jika salah (huruf/kalimat/ayat) dan ditegur sampai 2x kemudian dia bisa memperbaiki maka dihitung satu salah dan diberi tanda (/).
-          Jika salah (huruf/kalimat/ayat) kemudian ditegur sampai 3x  dan dia tetap tidak bisa memperbaiki setelah dikasih kesempatan ½ menit maka segera dikasih tau dan  dihitung salah satu setengah kemudian diberi tanda (/-).
8.      Setiap santri wajib menyetor 5 juz dalam satu kali duduk, selain dari juz yang telah di setorkan di ujian sebelumnya. Bisa di awalkan (hari pertama) bisa di akhirkan dihari terakhir ujian.
9.      Cara penilaiannya adalah per juz karena dengan itu kita bisa tau kualitas hafalan santri ditiap juz.
10.  Untuk menentukan jumlah dan nilai rata-rata santri adalah  nilai jumlah keseluruhan juz dibagi berapa juz yang di ujikan.
Juz 1 = 98
Juz 2 = 90       maka  283 : 3 = 94,3
Juz 3 = 95
                283

Nama                    :
Musthowa :
Jumlah juz            : ……………Sampai……………

No
Juz
Kesalahan
Jumlah
Nilai
Nilai Raport
Catatan
1
25
  -////-  --

6
94



563:6

2
26
---------//////----//////-

19
81

3
27
///////

7
93

4
28
------

3
97

5
29
--/

2
98

6
30


0
100


563
93,8



Penguji



         Hamba Allah

PENJELASAN SEPUTAR KARANTINA



PENJELASAN SEPUTAR KARANTINA

Karantina yang dimaksud disini adalah kegiatan untuk mengurung para santri dimasjid. Dengan tujuan agar para santri menggunakan waktu beberapa hari untuk muroja’ah dan memantapkan hafalanya dalam menghadapi ujian Al-Qur’an.

Adapun karantina pada Ujan Tengah Mustawa (UTM) tahun ini adalah hari selasa sampai dengan hari jum’at, tanggal 18-21 dzulhijjah 1437 H atau bertepatan dengan tanggal 20-23 Sep 2016. Dan waktu-waktunya adalah subuh (04.00 sampai azan subuh), pagi (08.00-10.30), siang (ba’da dzuhur sampai 13.15), sore (habis asar sampai jam 17.30) dan malam (20.00- 22.00)

Waktu Karantina
SUBUH
PAGI
SIANG
SORE
MALAM
04.00
Sampai
Azan Subuh
08.00
Sampai
10.30
Ba’da dzuhur
Sampai
13,15
Ba’da asar
Sampai
17.20
20.00
Sampai
22.00


Ujian Tengah Semester RQ Al-mustaqim Bima-NTB

Selamat buat para santri RQ Al-mustaqim karena dah selesai dari ujian tulis dan ujan praktek....
sukses buat antum semua wahai generasi qur'an...hafidzhokumullahu jami'an
semoga Allah memudahkan antum semua dalam menghafal al-qur'an...amin..bersabarlah dalam karantina ini....surg menanti kalian...amin



JADWAL UJIAN RQ AL-MUSTAQIM
Hari/Tanggal
WAKTU/JAM
Pelajaran
Pengawas
Sabtu

15 Dzulhijjah 1437 H
07.45-09.00
Aqidah
Ustadz Ahmad
09.15-10.30
Bahasa Arab
10.45-12.00
Adab
Ba’da Ashar-selesai
Praktek Fiqih
Ustadz Abu Mu’tashim
Ahad
16 Dzulhijjah 1437 H
07.45-09.00
Tajwid
Ustadz Hardin
09.15-10.30
Nahwu
10.45-12.00
Praktek Muhaddatsah
Ustadz Abu Mu’tashim
Senin
17 Dzulhijjah 1437 H
07.45-09.00
Fiqih
Ustadz Ahyar
09.15-10.30
Siroh Nabawiyah
10.45-12.00
Hadits
Ustadz Ahmad
Ba’da Ashar-selesai
Praktek Hafal Hadits
Ustadz Abu Mu’tashim