Alhamdulillah pagi ini, Jum'at, 26 Desember 2025 jam 10.15 WITA, wali santri dari ananda Firmansyah datang terima Ijazah
Semoga Allah memudahkan segala urusan generasi Qur'an kita semuanya...Amin
Alhamdulillah pagi ini, Jum'at, 26 Desember 2025 jam 10.15 WITA, wali santri dari ananda Firmansyah datang terima Ijazah
Semoga Allah memudahkan segala urusan generasi Qur'an kita semuanya...Amin
Alhamdulillah atas segala nikmat Allah...Ananda Minhajul Muslimin Bin Hafiddin Asal Parado Rato adalah Alumni Ke-7 RQ Al-Mustaqim Bima-NTB Yang Akan melanjutkan Pendidikan Di Timur Tengah.
Santri Hebat' kita ini akan melanjutkan pendidikan S1 nya di Universitas Islam Internasional Yaman. Dan insya Allah akan berangkat pada Hari Rabu tanggal 10 Desember 2025 Jam 15.50 WIB.
Alumni Terbaik di Angkatannya ini akan melakukan Perjalan dengan rombongan ke Mekkah terlebih dahulu untuk melaksanakan Ibadah umrah. Setelah 4 hari di Mekkah dan Madinah makan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Negeri Abi Hudzaifah (Yaman).
✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
informasi perjalanan:
1.Keberangkat dari hotel ke bandara jam setengah 12 sudah siap dan jam 12 tepat
Berangkat ke bandara
2. sesampai di bandara segera ambil troli untuk mengangkut barang dari mobil ke troli
( ingat di sini saling membantu untuk mengangkat barang)
3. insyaallah kita chek - ini sekitar jam 1 / 2
Dan kita berangkat ke Jeddah jam 15 : 50 waktu Indonesia
( insyaallah nanti diarahkan lagi oleh handling dan di dampingi oleh ketua rombongan)
4. Pasport silahkan di kumpulkan di ketua safar ( masukkan foto copy visa umroh ke dalam pasport masing)
5. Untuk yang ingin ke kamar mandi harap izin ke ketua rombongan selaku ketua safar dan harap cepat kembali ke tempat lagi
6.nanti ketika sudah sampai di bandara Jeddah barang2nya di cek lagi jgn terburu2
7.untuk kain ihrom di pakai ketika dalam pesawat ( oleh karena itu kain ihrom di bawa ke dalam pesawat di masukkan ke dalam tas ransel )
8. Untuk ibadah umroh dan rangkaiannya
setelah sampai di hotel antum letakkan barang di lobby langsung ibadah umroh
Di arahkan oleh ketua rombongan
9. insyaallah nanti kita trevel akan memberikan tiap orang 40sar
Jadi silahkan di gunakan untuk ke Madinah.
Adapun ke Madinah di tgl 13
Dan penginapan hanya di Makkah saja, di madinah hanya ziarah (bulak balik).
10. Nanti antum sediakan nasi 2 bungkus untuk makan di pesawat dan ketika sampai di Jeddah ( usahakan makanan yang tidak gampang basi )
Dan juga banyakin beli roti2 untuk di perjalanan nanti
NB : tolong di baca dengan teliti apabila ada yang tidak di pahami silahkan di tanyakan
Barakallahu fikum
🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏
*TEKNIS PERJALANAN INDONESIA - YAMAN :*
1. Berangkat dari hotel jam 12.00 Rabu 10 Desember
2. Boarding di imigrasi bandara soekarno hatta Jam 14.00. (Di bantu petugas Handling yang disediakan travel)
3. Take off jam 15.50
4. Landing di Bandara Mumbai India 20.40
5. Transit di mumbai sekitar 1jm45mnt
6. Take off dari Mumbai jam 22.25
7. Landing jeddah 01.40
8. Langsung ke hotel makkah
9. Di makkah sampai tanggal 21 desember.
10. Berangkat dari makka ke yaman 21 desember.
11. Perjalanan makkah ke aden yaman sekitar 24jam
12. Dari terminal aden ke fuyus sekitar 45mnt.
NB :
1. Selalu tenang dan berhati2 selama perjalanan juga jaga tatakrama.
2. Kain Ihrom digunakan setelah naik pesawat ke 2 yaitu daru mumbai ke jeddah.
3. Selama perjalanan dari indonesia ke jeddah, bawa makanan berat dan ringan.
4. Perjalanan Indonesia ke jeddah sekitar 15jam.
6. Kain Ihrom di bawa ke bagasi kabin (bagasi tempat duduk).
Nama2 Yang Akan Ikut dalam Rombongan bersama Minhajul Muslimin
1. DZAKIY DHIYA ULHAQQ
2. AFIF FADHLULLOH
3. MINHAJUL MUSLIMIN
4. FERI PEBRIAN
5. UMAR ALFARUQ
6. ANDI ALFIAN NUGRAHADI
7. HAMMAM NOVIANDI
8. HERLAMBANG VIBISONO
9. ABDUL QOYYUM
10. FAKHITAH SURYANTO
11. AHMAD SURYANTO
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
CATATAN SEBAGAI INFO SAAT DI MANFADZ:
- SIAPKAN UANG RIYAL SAUDI PECAHAN 50 SAR DAN 100 SAR
- eVisa yang dipakai itu hanya sampai Manfadz kemudian ditukar menjadi Sticker yang ditempel di passport kemudian ditulis sesuai tujuan yang ada di evisa, biaya Sticker resmi sebesar 50 SAR. untuk berjaga jaga siapkan uang 100 SAR jika terjadi pungli. tapi umumnya 50 SAR biayanya.
ini dibayar untuk sticker apakah dia itu eVisa study atau eVisa Ziaoroh contohnya ana foto kebetulan Passport santri kami ana pegang yang kemarin melintas.
✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
⚠ PANDUAN PENTING UNTUK Pemegang Visa Harap dibaca saat tiba di bandara Arab Saudi:
🔴 *JANGAN MENUNJUKKAN PASPOR ATAU VISA*
Setelah mengambil barang, jangan tunjukkan paspor atau visa kepada siapapun selain petugas imigrasi resmi.
Waspada terhadap oknum yang pura-pura membantu namun mengarahkan ke transportasi mahal.
🔴*HINDARI TRANSPORTASI BANDARA YANG DITAWARKAN OKNUM PETUGAS NUSUK*
Jangan terima tawaran kendaraan dari petugas Nusuk atau Tasheel, meskipun mereka mengatakan “gratis”. Biasanya pembayaran ditagih belakangan dan biayanya sangat mahal.
🔴*JANGAN OVERSTAY (TINGGAL MELEBIHI BATAS WAKTU VISA)*
Pastikan Anda sudah memiliki tiket kepulangan. Jika belum ada, segera laporkan kepada pembimbing untuk dibantu.
Barakallahu fikum
Tempat Cek Kesehatan:
Di RSUD KOTA TANGERANG
Hanya 700k -+
Sudah mencakup
1. HIV
2. HBsAg
3. HCV
https://maps.app.goo.gl/ujUcAxnPYz5zLc8q9?g_st=aw
Keterangan Hotel Tempat menginap sebelum Berangkat Ke Yaman
https://maps.app.goo.gl/YVc19t7YFUcxGta8A?g_st=aw
Hila ~ Fisana
1. Khadijah wai rifa
Idris Ama suri ( Suriadi, hamadu, sa'adiyah luba, iriha, sini )
Ama suku ( Syukuri, Musibah & Nasa, ta, Sahri, hawa, tu )
Ina suka ( Sukardi, Majid, Jamal, H.mana, Mina, Muna, Nudia).
Jubaidah Ina Ola (Ola, sahrulah, boba, Halimah, Siti Ra, fia, salehah).
Ta Amin abu la lema ( Sulaiman, Asiah, Salmah, Mariam, Erlina, Endang, Mahdin).
Ina Ami La Mida ( Ami, Rifi, syamsiah, Saturiah, Saidi, Arsyad).
Umi Rifa ( Sudi, Mana, Juwaidin, sumarni, Maryam )
Ina rinci La Siti Ma'ani ( Rinci, Mujuna, Syahbudin ).
2. Asia Ina kaliso
Kaliso umi duru ( Duruhama, Yasin, Umar, Mihira, Asma, Kartini, Mei ).
Mu'minah Ina hafidudin
( Guru Hafi, Hamasidi, Jainudin).
Khadijah umi guru ngaji ( Sarafia, Marda, Ana heda, Amana, Asia, Ami ).
Salmah umi ala ( Suwardi, Siti Hartati, Burhan, Luay, Astuti, Bepe).
Fatimah Ina sana ( Sanawiah, Haidar, Nurhayati, Sami'un, Aena).
Abu bakar abu sholihin ( Sholihi, Hanafi, Fahrul Maujud)
3. Hamina wa'i ila
Ama mini ( Irfan, Hajrah, Sani, Wahyudin, Anwar).
Abu sari ( Halimah, Abdul Kadir, Syamsiah dibesarkan oleh Baka fo'o dan So Ko'e ).
4. H.Yusuf abu tua sa'i
Ishaka abu la Hila ( Hila, Di, Rama, Saeba ).
H.Adam abu la Imira ( Imran, Hafsah, Asiah, Salmah, Syamsudin, Satu, rahi ana mina lendo).
Umi Dija umi la Ra ( Rafi'ah, Muslimin, Nuraini, Musa, Ismail, Erni).
Safiyah umi norsidi ( Norsidi, Ajaha, Baka).
Hamida Ina Ta ( Muhtar, Suaeb, Ratna, Majid, Hiji ).
Duruhama Ama isa (Soki).
Om Sa'I ( Nu, 5 org).
5. Hafsah
Nenek bersama : (wa'i mpinga).
Muna
Siti Hawa ( Arnu, Arna, Sumarni, Sunardin, Hafsah, Agustuti, Abdul Qodir, Taufiq Hidayat, Sudirman, Syahri Ramadhan).
Kae
Darma
SOAL AQIDAH
1. Jelaskan makna aqidah secara bahasa dan secara istilah
2. Sebutkan dan jelaskan pembagian syariat
3. Sebutkan sumber-sumber aqidah yang benar
4. Sebutkan sebab-sebab penyimpangan dari aqidah yang benar
5. Bagaimana cara menanggulangi penyimpangan aqidah
6. Sebutkan pembagian tauhid dan contohnya
7. Jelaskan apa itu Al wala Wal Baro
8. Jika terjadi muamalah antara seorang muslim dengan orang kafir dalam hal perdagangan apakah itu diperbolehkan?
9. Bermuamalah seperti apa yang tidak diperbolehkan antara kaum muslimin dengan orang kafir
10. Jelaskan apa itu iman dan sebutkan dalil bahwa iman itu dapat bertambah dan berkurang
Bismillah ..Hari kedua Ujian Semester Ganjil Santri Rumah Qur'an Almustaqim
Mata Pelajaran Tafsir:
1.apa yang di maksud dengan Ilmu Tafsir.
2.sebutkankan manfaat mempelajari tafsir
3.sebutkan kitab2 Tafsir yang pernah di tulis oleh para ulama
4.jelaskan tafsir surah:
A. Surah al ikhlas
B.surah al falaq
C.surah annas
Bismillah..hari pertama Ujian Tulis Santri Rumah Qur,an Al Mustaqim Talabiu Bima NTB.
Mata pelajaran :Mufrodat
1.kelas Tiga 300 mufrodat
2.kelas Dua 200 mufrodat
3.kelas Satu 100 mufrodat
4.kelas Takhassus 50 mufrodat
Ujian Tulis Santri RQ Al-Mustaqim Semester Ganjil Tahun' Ajaran 1446 H-1447 H atau 2025-2026 M.
Ujian tulis ini akan berlangsung selama 5 hari.. semoga Allah memudahkan segala urusan generasi Qur'an kita semuanya...Amin Ya Mujibussa'ilin
KHUTBAH JUM’AT, HUKUM TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SERTA ULIL AMRI
Khutbah Pertama
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ . فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!
Taat kepada Allah dan RasulNya serta Ulil Amri adalah suatu kewajiban bagi seluruh kaum muslimin, Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا ﴿٥٩﴾
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan RasulNya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa[4]: 59)
Ayat ini menjelaskan kepada kita semuanya bahwa Taat kepada Allah Azza wa Jalla dan taat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi di Sallam serta taat kepada Ulil Amri adalah wajib.
Dalam Khutbah Jum’at yang mulia ini, kami akan menjelaskan secara detail tentang 3 ketaatan ini. Semoga Allah Subuhanu Wa Ta’ala selalu menjaga dan melindungi serta memberkahi kita semuanya...Amin Ya Allah..
Pertama: Taat kepada Allah Azza wa Jalla
Kaum muslimin yang di rahmati Allah Azza Wa Jalla!
Yang di maksud dengan ketaatan kepada Allah dalam Q.S Ann-nisa ayat 59 adalah mengikuti dan melaksanakan segala tuntunan Allah yang ada di dalam al Quran, baik itu dalam bentuk perintah maupun dalam bentuk larangan.
Perintah Allah yang dimaksud adalah seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji, Amal ma’ruf nahi mungkar, menerapkan seluruh syari’at islam dalam kehidupan pribadi, berkeluarga dan juga dalam kehidupan bernegara. Semua itu adalah bentuk ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Larangan Allah yang di maksud adalah seperti mencuri, berzina, minum khamar atau narkoba, korupsi, riba dan lain sebagainya. Semua itu adalah bentuk Larangan Allah Azza Wa Jalla yang membawa kemudhoratan bagi umat manusia.
Ketahuilah wahai kaum muslimin yang di rahmati Allah Azza Wa Jalla, bahwa segala perintah dan larangan Allah di dalam al Quran yang tidak terperinci akan diurai oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sehingga ketaatan kepada Rasul itu sama dengan ketaatan kepada Allah.
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
Artinya: “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah“. (Q.S An-Nisaa: 80)
Dan telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Artinya: Setiap umatku akan masuk Surga kecuali yang tidak mau.?’. Para sahabat bertanya : ‘Wahai Rasulullah siapakah yang tidak mau ?’. Beliau bersabda : ‘Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia masuk Surga dan barangsiapa yang tidak taat padaku maka dialah yang tidak mau (masuk Surga)“ (H.R Bukhari Nomor 6737).
Kaum muslimin yang di rahmati Allah Azza Wa Jalla!
Kedua : Taat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam
Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan tentang wajibnya taat kepada Rasulillah Shollallahu ‘Alaihi Wa Sallam, di antaranya:
Firman Allah Subuhanahu Wa Ta’ala:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Nabi Muhammad) agar kamu dirahmati. (Q.S An-nur : 56).
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Artinya : Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka. (Q.S An-nisa :80).
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Q.S Al-Hasyar : 7).
Sidang Jum’at Rahimakumullah!
Ta’at kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mencakup tiga hal.
Pertama: ittiba` yaitu Mengikuti petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam .
Mengikuti semua sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baik itu perkataan, perbuatan dan segala ketetapan serta sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imran 31)
Dan Allah ta’ala berfirman:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: “Sesunggguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab 21)
Kedua: Mentaati perintah dan larangan beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allah ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡۚ
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu” (QS. An-Nisa’ 59)
Ketiga: Menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Salah satu bukti hakekat cinta kita kepada nabi adalah menghidupkan sunnah-sunnah beliau di zaman ini.
Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (H.R Ibnu Majah (no. 209), syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih Ibnu Majah” (no. 173).
Begitulah kewajiban kita utk taat kepada Allah dan Rasulnya wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah Subuhanu Wa Ta’ala.
Dalam khutbah yang mulia ini kami akan menjelaskan tentang Keuntungan besar yang akan di dapatkan oleh siapapun yang taat kepada Allah dan RasulNya, Allah Subuhanu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Mereka) kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar (Q.S An-nisa:13).
Allah Subuhanu Wa Ta’ala berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya : Taatilah Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) agar kamu diberi rahmat. (Q.S Al-Imran : 132).
Allah Subuhanu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Artinya : Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar. (Q.S Al-Ahzab: 71).
Allah Subuhanu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا
Artinya : Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia akan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga yang mengalir bawahnya sungai-sungai. Akan tetapi, siapa yang berpaling, dia akan diazab oleh-Nya dengan azab yang pedih. (Q.S Al-Fath: 17).
Sidang Jum’at Rahimakumullah
Dan sebaliknya, orang yang tidak taat kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam maka Allah menghukumi mereka sebagai kafir, Allah Azza wa Jalla berfirman:
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul(-Nya). Jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (Q.S Al-Imran : 32).
Dan Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya : dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” (Q.S Al-Anfal : 1).
Orang yang tidak taat kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam maka amalnya akan sia-sia, Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta jangan batalkan amal-amalmu! (Q.S Muhammad : 33).
Kaum muslimin yang di rahmati Allah Azza Wa Jalla!
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu taat kepada Allah dan RasulNya. Agar kita mendapatkan pahala dan ganjaran surga dari Allah Azza Wa Jalla, dan semoga kita semua di jauhkan dari sifat membangkang dan durhaka pada allah Dan RasulNya agar kita tidak di jerumuskan kedalam Neraka dan AzabNya…Allahumma Amin
Ketiga : Ta’a kepada Ulil Amri
Sidang Jum’at Rahimakumullah!
Ibnu Katsir berkata bahwa ulil amri itu adalah, menurut zhahirnya, ulama. Sedangkan secara umum ulil amri itu adalah umara dan ulama. (Tafsir al-Quran al-Azhim, juz 1, h. 518)
Imam Abu Jafar Muhammad bin Jarir At-Thabari berkata : Bahwa para ahli ta’wil berbeda pandangan mengenai arti ulil amri.
Satu kelompok ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ulil amri adalah umara.
Berkata sebagian ulama lain, masih dalam kitab tafsir yang sama, bahwa ulil amri itu adalah ahlul ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqih).
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah-lah yang dimaksud dengan ulil amri.
Sebagian lainnya berpendapat ulil amri itu adalah Abu Bakar dan Umar.
(Lihat lebih jauh dalam Tafsir at-Thabari, juz 5, h. 147-149)
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala Berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ﴿٥٩﴾
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu. (QS. An-Nisa[4]: 59)
Taatlah kepada Allah, (lalu diulang lagi) dan taatlah kepada Rasul. Setelah itu ketika mengatakan Ulil Amri tidak disebutkan lagi “taatlah kepada Ulil Amri”, tapi langsung digandengankan saja tanpa kata perintah “taatlah kepada pemimpin”. Ini menunjukkan ketaatan kepada pemimpin mengikuti ketaatan kepada Allah Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka perhatikan bagaimana di firman Allah berikutnya, konsekuensi makna ini diulang kembali di dalam firmanNya:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ
Artinya: “Dan jika kalian berselisih pendapat tentang suatu masalah, kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya.” (QS. An-Nisa[4]: 59)
Diterangkan oleh Imam Ibnul Qayyim di sini bahwa adapun pemimpin di sini, maka tidak wajib kita mentaati salah seorang di antara mereka, kecuali kalau termasuk di dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Jika ulil amri baik itu umara atau ulama menyuruh untuk bermaksiat kepada Allah dan RasulNya maka Tidak boleh taat kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ. فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ.
Artinya: Dari Abdullah ra, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Mendengar dan taat adalah wajib bagi setiap muslim, baik dalam hal yang ia sukai maupun yang tidak ia sukai, selama ia tidak diperintahkan melakukan kemaksiatan. Adapun jika ia diperintahkan melakukan maksiat, maka tidak ada (kewajiban) mendengar maupun menaati. (H.R Muslim Nomor 3416).
لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ
Artinya: “Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).” (HR. Bukhari no. 7257 Muslim, no. 1840)
Jadi, ketaatan kepada pemimpin harus terikat dengan ketaatan dalam perkara yang dibenarkan dalam syariat, bukan dalam perkara yang merupakan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah rahasianya kenapa kalimat perintah di dalam ayat disebutkan:
أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ
Sidang jum’at rahimakumullah!
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: “Seorang di antaramu hanya dianggap telah beriman bila aku (Rasulullah) lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia.” [HR. Al-Bukhari 63]
Hadits ini menjelaskan kepada kita semuanya bahwa jika ada perintah manusia baik itu anak, orang tua, semua manusia termasuk didalamnya pemimpin atau ulama yang bertentangan dengan perintah Allah subuhanahu Wa ta’ala maka kita harus lebih mendahulukan perintah allah dan RasulNya.
Kaum muslimin yang di rahmati Allah subuhanahu Wa Ta’ala
Dari segala penjelasan di atas hendaklah para ulama dan para umara’ memerintah dan memimpin manusia berdasarkan petunjuk Allah Dan RasulNya, Allah Subuhanahu Wa ta’ala berfirman:
إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (Q.S An-Nisa Ayat 105)
Jika adalah masalah ummat maka kembalikan hukumnya kepada hokum Allah dan RasulNya yang ada dalam Al-qur’an dan hadits yang shohih, Allah Subuhanahu Wa ta’ala berfirman:
فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Artinya: “Kembalikanlah perselisihan pendapat itu kepada Allah dan RasulNya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.” (Q.S An-nisa : 59).
Sidang jum’at rahimakumullah!
Untuk para Ulama, bahwa Allah telah mewakilkan urusan penjagaan agama ini kepada para ulama sebagaimana dalam FirmanNya di surat Al-An’am ayat 89 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَـٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ ﴿٨٩﴾
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.” (QS. Al-An’am[6]: 89)
Inilah para ulama yang telah diwakilkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membela dan menjaga agama ini.
Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya ‘Ulumuddin mengatakan:
اَلدِّيْنُ والْمُلْكُ تَوْأَمَانِ، فَالدِّيْنُ أَصْلٌ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ، فَمَا لَا أَصْلَ لَهُ فَمَهْدُوْمٌ وَمَا لَا حَارِسَ لَهُ فَضَائِعٌ“
Artinya: “Agama dan kekuasaan negara adalah dua saudara kembar. Agama merupakan fondasi, sedangkan kekuasaan negara adalah pengawalnya. Sesuatu yang tidak memiliki fondasi, akan runtuh, sedangkan sesuatu yang tidak memiliki pengawal, akan tersia-siakan.”
Maka untuk para umara’ ( pemerintah) agar membuat aturan dan undang-undang yang mendekatkan manusia kepada Allah agar mereka selalu ta’at kepada Allah Azza Wa jalla. Jangan membuat peraturan yang menjauhkan manusia dari Allah, jangan membuat peraturan yang menghalalkan harta manusia yang telah di haramkan Allah. Jangan membuat peraturan yang melegalkan kemaksiatan dan kerusakan. Ma’adzallah
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وّمِنْكُمْ تِلَاوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا …أَمَّا بَعْدُ
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ .
وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ انصر إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ .رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Yang terkaver di SMP Karya Ikhlas
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Untuk Seluruh Wali Santri dan Wali Santriwati... silahkan di baca dan di pelajari kegiatan anak-anak di bulan November ini...
Kerjasama seluruh Wali Santri dan Wali Santriwati sangat di butuhkan oleh anak masing-masing utk kesuksesan mereka dalam seluruh kegiatan besar RQ yang akan mereka jalani selama bulan ini.
Beberapa hal yang bisa di lakukan oleh wali atau org tua utk anak masing-masing:
1. Melanjutkan Doa dan munajat pada Allah utk Sang anak yang sedang berjuang di RQ.. semoga Allah memudahkan segala urusan mereka.
2. mengantar kembali ke RQ paling lambat nanti jam 5 sore...karena mereka sangat membutuhkan latihan khusus dalam lomba pidato 4 bahasa yg akan di adakan mulai hari Selasa Lusa.
3. Memberikan uang belanja dan bekal yang cukup utk kelancaran pertumbuhan dan vitamin serta gizi mereka ( bekal adalah buah2 tambahan & lauk tambahan kesukaan anak masing-masing).
4. Menjenguknya minimal 1x1 pekan yaitu setiap Jum'at pagi atau Jum'at sore.
Semoga Allah memudahkan segala urusan generasi Qur'an kita semuanya... Amin Ya Mujibussa'ilin
SILAHKAN KLIK DIBAWAH INI UNTUK INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI DAN SANTRIWATI BARU
https://markazislamyamim.blogspot.com/2024/06/pendaftaran-santri-dan-santriwati-baru.html